Thursday, April 1, 2021
Monday, March 29, 2021
PRINSIP DASAR MEDAN LISTRIK DAN MEDAN MAGNET
1. Pendahuluan
Pada dasarnya medan dapat di bentuk dalam besaran scalar dan vector, sebuah volume, finite dan infinite element
Medan scalar dan medan vector dapat di analisis didalam system koordinat kartesian
Kerapatan flux dari medan vector
Medan listrik (E) diantara dua lempengan electrode seperti gambar di atas dimana S merupakan Area lempengan, d merupakan jarak antara dua lempengan, Q+ & Q- adalah electron, sedangkan Ve adalah Tegangan listrik, dimana
Sunday, March 28, 2021
Komponen-komponen Utama Sisten Tenaga
1. Struktur utama system tenaga listrik dapat dijelaskan dengan diagram ini
a. Unit
pembangkitan : merupakan unit yang berfungsi untuk membangkitkan atau
menghasilkan energi listrik. Unit pembangkit seperti PLTA, PLTU, PLTGU, dan
lain sebagaainya pada single line diagram diatas yang disimbolkan oleh G. Dan
juga terdapat trafo step-up untuk menaikan tegangan yang dibangkitkaan untuk di
transmisiikan ke unit transmisi, level tegangan di pembangkit biasanya 6,3KV
dan dinaikan ke 75KV, 150KV, 275KV, dan 500KV.
b. Unit
transmisi : merupakan unit yang menyalurakan energi listrik dari pembangkit ke
gardu induk distribusi. level tegangan di pembangkit biasanya 75KV, 150KV,
275KV, dan 500KV
c. Gardu
Induk : merupakan unit yang berfungsi untuk menurunkan tegangan dari transmisi
dan menyalurkan kedistribusi atau bisa dipakai langsung untuk konsumen besar,
contohnya di Sumatera barat adalah PT. Semen Padang. level tegangan di
pembangkit biasanya 75KV, 150KV, 275KV, dan 500KV diturunkan ke 20KV dan 6,3KV
d. Unit
distribusi : merupakan unit yang berhubungan langsung dengan pelanggan seperti
pelanggan rumah tangga, bisnis dan lain sebagainya level tegangannya di 20KV
dan diturunkan ke 380V L-L atau 220 L-N
1. Jelaskan
sasaran operasi sistem tenaga listrik
Ada tiga sasaran operasi system tenaga
adalah :
a. Ekonomi
: optimasi biaya pengoperasian system agar minimum tanpa melanggar batasan mutu
dan keamanan
b. Mutu
: kemampuan system untuk menjaga agar semua batasan operasi terpenuhi.
c. Sekuritas
: kemampuan system untuk menghadapi kejadian yang tidak direncanakan tanpa
mengakibatkan pemadaman
2. Jelaskan
mengapa dalam operasi system tenga listrik pembangkitan harus selalu dibuat
sama dengan kebutuhan daya beban
Supaya operasi system tenaga listrik
memiliki frekuensi yang stabil yaitu di 50Hz (standar Indonesia). Saat
pembangkit lebih kecil dari kebutuhan daya beban maka frekuensi akan turun dan
harus ada beban yang di matikan, dan jika pembangkit melebihi kebutuhan beban
maka frekuensi system akan lebih maka harus ada pembangkit yang dikurangi.
3. Jika
daya pembangkitan lebih rendah dari pada kebutuhan beban apa yang akan terjadi
dan bagaimana solusinya?
Jika daya pembangkitan lebih rendah dari
pada kebutuhan beban maka frekuensi system akan turun, yang harus dilakukan
adalah :
a. Mengaktifkan
pembangkit cadangan spinning reserve : sisa kapasitas generator yang belum
terpakai dari generator-generator yang sedang beroperasi.
b. Mengaktifkan
replacement reserve : pembangkit yang dinyalakan saat dibutuhkan secara
tiba-tiba umumnya PLTG dan diesel yang waktu pembangkitannya cepat.
c. Jika
kedua solusi diatas masih belum terpenuhi maka harus dilakukan pemadaman, baik
itu manual load shedding atau otomatis
load shedding.
4. Apakah
kegunaan analisa aliran daya?
Untuk
mengetahui besarnya daya dalam sistem tenaga listrik apakah
masih memenuhi batas-batas yang telah ditentukan, serta untuk mengetahui besar
Losses yang ada, dan untuk memperoleh kondisi mula pada perencanaan sistem yang
baru
5. Siapakah
yang merencanakan dan memantau jalannya operasi system tenaga?
Yang merencanakan dan memantau jalannya operasi system tenaga adalah perusahan yang berwenang di Indonesia adalah PT PLN (Persero) dan tepatnya unit pelayanan beban (UPB).
NB : Source : Tugas Perkuliahan Perencanaan System Tenaga
Dasar-Dasar Perencanaan Sistem Tenaga
Untuk memulai dasar-dasar perencanaan sistem tenaga dapat kita mulai dengan menggunakan-menggunakan pertanyaan-pertanyaan berikut
1. Sebutkan
komponen/elemen system tenaga dan fungsi masing-masingnya?
a. Generation
Facilities / Pusat Pembangkitan
Pusat pembangkitan merupakan komponen
yang berfungsi untuk membangkitkan energi listrik. Contoh nya, PLTU, PLTA,
PLTG, PLGU dan lain sebagainya
b. Transmission
Facilities / Sistem Transmisi
System transmisi merupakan system yang
mentransmisikan energi listrik dari pusat pembangkit ke beban, system transmisi
terdiri dari :
·
Substation / Gardu Induk
·
Network / jaringan transmisi
c. Loads
/ Beban
Loads merupakan komponen yang
menggunakan energi listrik tersebut, Seperti : industry, Perkantoran, Pusat
Perbelanjaan atau gedung-gedung bertingkat, maupun perumahan.
2. Apakah
perencanaan system tenaga?
Perencanaan system tenaga adalah suatu
perencanaan atau proses dimana tujuannya adalah untuk menentukan suatu system
yang baru atau melakukakan peningkatan (upgrading) system yang lama untuk memenuhi kebutuhan
beban dimasa yang akan datang
3. Mengapa
perlu dilakukan perencanaan system tenaga (kaitkan dengan time horizonnya)
Perencanaan system tenaga sangat perlu dilakukan,
berdasakan time horizannya
a. Nanosecond
– microsecond : power system transien
Contohnya : study tentang surja (surge) akibat petir atau switching, ini
harus direncanakan untuk pengamanannya supaya peralatan-peralatan tidak
breakdown atau terganggu akibat dari
transien pada sistem
b. Millisecond
– second : Power system dynamic
Salah satu contohnya Analisa gangguan
hubung singkat untuk perhitungan kecepatan peralatan proteksi, menghitung
critical clearing time.
c. Minute
– 1 week :
·
Unit Commitment : penetapan
unit pembangkit mana saja yang akan beroperasi untuk suatu interval waktu
tertentu (beberapa jam sampai 1 minggu)
·
Economic Dispatch / penjadwalan ekonomis
: mengatur output MW setiap pembangkit yang telah ditentukan dari unit
commitment agar sesuai dengan kebutuhan beban, namun memberikan biaya
pembangkitan total terendah
Optimal Power Flow : memperbaiki hasil
economic dispatch agar paling optimum sesuai dengan kondisi sistem
·
Automatic Generation Control : dalam
hitungan menit, menyesuaikan output generator dengan kebutuhan sistem
berdasarkan frequensi dan tegangan yang dirasakan
d. 1
week – 1 year : maintenance scheduling (operational planning)
Pada time horizon ini kita harus
merencakan pemeliharaan dari peralatan seperti predictive dan preventive maintenance
supaya tidak terjadi kegagalan pada peralatan itu sendiri
e. 1
year – 10 years : Power System Planning
Perencanaan system tenaga adalah suatu
perencanaan atau proses dimana tujuannya adalah untuk menentukan suatu system
yang baru atau melakukakan peningkatan (upgrading) system yang lama untuk memenuhi kebutuhan
beban dimasa yang akan dating
4. Apa
yang menjadi sumber data utama bagi perencanaan ekspansi system tenaga?
a. Perkiraan
beban jangka panjang
b. Perencanaan
penambahan pembangkit
c. Perencanaan
pengembangan atau penambahan Gardu Induk
d. Perencanaan
Saluran transmisi dan distribusi
e. Perencanaan
sumber daya reaktif
Cara Mematikan Windows Update Windows 10
Cara mematikan update Windows 10 bisa dilakukan dengan mudah. Pengguna bisa ikuti cara menonaktifkan beberapa pengaturan otomatis di lapto...
-
Berikut link calculator relay arus lebih dan dokumennya sedangkan videonya dapat dilihat di channel youtube berikut https://www.youtube.com...
-
Pembangkit tersebar (DG) yaitu : · DPCA (Distributed Power Coalition of America) : Distributed power generation adalah teknologi...
-
1.1 Latar Belakang Saat ini perkembangan teknologi sangat pesat, seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Semua teknologi ini me...
