Sunday, October 31, 2021

Unsur-Unsur Pada Penulisan Artikel Ilmiah

 Halo Pembaca, pada kesempatan ini saya akan menjelaskan unsur-unsur dalam penulisan artikel imilah, mudah2an bermanfaat bagi rekan2 yang membutuhkannya

a.     1. Unsur-unsur Abstrak sebagai berikut

·        Ringkasan singkat dan komprehensif tentang  isi artikel

·        Tujuan dari artikel

·        Metode yang digunakan

·        Kesimpulan hasil yang didapatkan dari artikel.                                           

b.      2. Unsur-unsur  Pendahuluan sebagai berikut:

·        Menyajikan latar belakang pengetahuan yang dibutuhkan dan dihargai pembaca

·        Apa yang telah diketahui tentang subjek

·        Mengidentifikasi area dimana masih ada beberapa ketidak pastian

·        Mengutip, jika perlu, data sebelumnya (dan mungkin bertentangan)

·        Bagaimana temuan dimakalah ini merupakan kemajuan pada pengetahuan saat ini dilapangan

c.      3. Unsur-unsur Methodologi sebagai berikut:

·        Mendeskripsikan  site dari penelitian

·        Mendeskripsikan survey atau experiment yang akan dilakukan

·        Mendeskripsikan methode penelitian yang digunakan dimulai dari yang sederhana sampai ke yang paling sulit

·        Mendeskripsikan metode statistic yang di gunakan

d.      4. Unsur-unsur Hasil dan Pembahasan sebagai berikut:

·        Inti dari artikel

·        Menyajikan data yang ditemukan pada penelitian

·        Hipotesis dari hasil

·        Rangkaian hasil harus disusun dalam tabel atau ditafsirkan melalui gambar

·        Menjelaskan hasil penelitian dan implikasinya untuk study/penelitian masa depan

·        Jika ada isu kontroversial harus dijelaskan dengan jelas dan adil

e.      5. Unsur-unsur  Kesimpulan  sebagai berikut:

·        Mengumpulkan dan meringkas hasil yang paling penting dan implikasi

·        Status permasalahan harus ditinjau secara singkat sebelum temuan baru di sajikan

·        Saran

terimakasih mudah2an bermanfaat


Wednesday, September 22, 2021

Tuesday, July 6, 2021

DC-DC Converter Non-Isolated

 Ada beberapa jenis DC-DC Converter Non-Isolated, yang tiap jenisnya memiliki fungsi yang berbeda-beda

1. Buck Regulator (Converter)

     Buck converter tegangan rata-rata output lebih kecil dari tegangan input. Buck Converter menggunakan BJT seperti gambar berikut:


Transistor Q1 berfungsi sebagai switch controler dan diode Dm adalah switch tidak terkontrol, keduanya dioperasikan sebagai dua single-pole-single-trough (SPST) bidirectional swirches, yang dibagi dalam 2 mode operasi

Mode 1 dimulai saat transistor Q1 on saat t = 0. arus input yang meningkat mengalir melalui induktor L, capasitor , dan beban resistor R

Mode 2 dimulai saat transistor Q2 off t = t1, dioda Dm bekerja karena energi yang tersimpan pada induktor, arus induktor mengalir melewati L, C, beban, dan dioda Dm. arus induktor menurun sampai transistor Q1 on

2. Boost Regulator (converter)

   Boost converter tegangan output lebih besar dari pada tegangan input. Boost converter menggunakan MOSFET, Transistor M1 sebagai switch yang dikontrol dan Dioda Dm adalah swtch yang tidak terkontrol, rangakain boost converter seperti gambar dibawah



Boost converter beroperasi dalam dua mode operasi

Mode 1 dimulai saat transistor M1 on t = 0, arus mengalir melalui inductor L dan transitor Q1

Mode 2 dimulai saat transistor M1 off t = t1. Arus akan mengalir melalui L melewati Dioda Dm dan ke C dan beban. Arus induktor turun sampai transistor M1 dihidupkan kembali pada siklus berikutnya. Energi yang disimpan dalam induktor L ditransfer ke beban

3. Buck Boot Regulator ( Converter)

    Buck-boost converter menyediakan output tegangan mungkin lebih kecil atau lebih besar dari tegangan input. Polaritas tegangan output berlawanan dengan tegangan input. Seperti gambar berikut


Operasinya dibagi dalam 2 Mode operasi

Mode 1, Transistor Q1 On dan diode Dm Reversed Biase. Arus input mengalir melewati induktor L, dan transistor Q1.

Mode 2, transistor Q1 off dan arus mengalir melalui induktor L akan ditransfer ke beban dan arus induktor menurun sampai Q1 di switch on kembali, dan begitu cycle seterusmya

Referensi : Muhammad H. Rashid; Power Electronics Device, Circuit, and Aplication; Fourth Edition

AC-DC Converter Rectifier 3 Phasa Terkontrol

 Prinsip kerja rectifier tiga phasa tidak terkontrol menggunakan diode sebagai penyearah gelombang AC, sedangkan pada rectifier tiga phasa diode digantikan dengan thyristor sebagai penyearah

Gambar diatas merupakan konverter gelombang penuh 3 fasa dengan beban resistif dan bentuk gelombang hasil penyearahan. Dalam rangkaian ini terdapat 2 grup/kelompok SCR, yaitu grup positif dan grup negatif. SCR T1,T2 dan T3 merupakan grup positif, sedangkan SCR T4,T5 dan T6 merupakan grup negatif. Grup SCR positif akan ON ketika tegangan sumber berpolaritas positif dan grup SCR negatif akan ON ketika tegangan sumber berpolaritas negatif. Proses pemicuan pada rangkaian ini dilakukan secara serempak masing-masing.

referensi : Muhammad H. Rashid; Power Electronics Device, Circuit, and Aplication; Fourth Edition

AC-DC Converter (Rectifier) 3 Phasa Tidak Terkontrol

 Prinsip kerja rectifier tiga phasa dengan menggunakan jembatan rectifier tiga phasa, dapat dilihat dari gambar rangkaian dibawah 


Dan bentuk gelombang input dan outpunya seperti gambar dibawah ini


Untuk gelombang positive pertama diode yang aktif adalah D5&6 yaitu di tegangan Vcb, selanjutnya diode D6&1 pada Vab, selanjutnya D1&2 di tegangan Vac, setelah D2&3 tegangan Vbc, setelah itu D3&4 untuk tegangan Vba , setelah D4&5 untuk tegangan Vca, dan begitu selanjutnya sampai waktu yang ditentukan

Referensi : Muhammad H. Rashid; Power Electronics Device, Circuit, and Aplication; Fourth Edition

Friday, June 4, 2021

Pembangkit Listrik Tersebar (Distributed Generation (DG)

 Pembangkit tersebar (DG) yaitu : 

·         DPCA (Distributed Power Coalition of America) : Distributed power generation adalah teknologi pembangkitan energi listrik berskala kecil yang menghasilkan daya listrik di suatu tempat yang lebih dekat dengan konsumen dibandingkan dengan pembangkit listrik pusat.

·    Berdasarkan IEA Distributed Generation adalah pembangkit listrik yang melayani konsumen di tempat (on-site), atau untuk mendukung jaringan distribusi, dan terhubung ke jaringan pada level tegangan distribusi.

·   CIGRE (International Conference on High Voltage Electric System): Distributed Generation sebagai semua unit pembangkit dengan kapasitas maksimal berkisar sampai 50 MW dan dipasangkan ke jaringan distribusi.


Perbedaan yang mendasar antara pembangkit terpusat dengan tersebar adalah :

·        Pembangkit terpusat kapasitas pembangkitnya besar yaitu >50MW, sedangkan DG dinominasi pembangkit-pembangkit dengan kapasita kecil yaitu < 50MW

·  Lokasi pembangkit terpusat jauh dari pusat beban, sedangkan DG lokasi pembangkit dekat dengan pusat beban

·  Pembangkit terpusat dihubungkan ke jaringan transmisi dan level tegangan tinggi dengan tegangan >50KV, sedangkan DG dihubungkan di jaringan distribusi dengan level tegangan menengah di tegangan <50KV.

prinsip operasi dari beberapa teknologi pembangkit energi terbarukan yang digunakan oleh DG untuk membangkitkan energi listrik

·       Pembangkit Listrik Tenaga Air Skala Kecil (PLTMH atau Microhidro): prinsip operasinya sama dengan PLTA akan tetapi untuk bisa dikategorikan dalam DG kapasitas pembangkitannya kecil yaitu <10MW

·       Pembangkit Listrik Tenaga Angin (PLTB) : ada beberapa tipe wind turbin yang digunakan yaitu :

o   Fix or variable speed operation

o   Direct drive generator or use of a gear box

o   Stall or picth regulation

·        Offshore Wind Energy : Prinsipnya hampir sama dengan PLTPB akan tetapi yang offshore wind energy lokasinya di laut sehingga energi angina yang dimanfaatkan lebih besar dan tidak perlu tower untuk wind turbine yang tinggi

·       Solar Photovoltaic Generation (PV) :  teknologi ini sudah banyak digunakan dan juga dapat dipasang di atas atap rumah (rooftop)

Yang menjadi pertimbangan dalam penggunaan teknologi DG ini adalah

·       Lokasi : apakah lokasi penempatan DG ini memiliki energi yang besar atau cukup

·       Biaya investasi untuk pembangunan DG ini

·       Akses ke lokasi.

Perbedaan yang mendasar antara jaringan distribusi konvensional dan jaringan 

distribusi DG adalah:

·        jaringan distribusi konvensional terdiri dari banyak trafo distribusi sedankan jaringan DG tidak

·        jika terjadi penambahan beban di jaringan distribusi maka akan terjadi penambahan jaringan distribusi, sedangkan distribusi DG tidak perlu penambahan jaringan ditribusi

Yang menjadi penekanan pada sistem proteksi jaringan distribusi yang terintegrasi oleh DG adalah sistem islanding nya. Yaitu bagaimana sistem proteksi DG untuk memproteksi DG itu sendiri ketika terjadi gangguan di Grid, karena saat Grid terjadi gangguan maka DG akan terbebani lebih sehingga akan megakibatkan DG terjadi kerusakan. Jadi DG harus bisa meproteksi dari kejadian ini, saat Grid terjadi gangguan maka DG dapat mengisolasi sistemnya dari Grid yang terganggu dengan cara mentripkan circuit breaker yang ke grid yang tergangu, bisa dengan relay overcurrent directional, dan juga dengan relay over atau under frekuensi, dan lain sebagainya.

Manfaat pengintegrasi DG pada jaringan distribusi

·         Dapat mengurangi rugi-rugi daya disaluran Transmisi dan distribusi karena sudah dekat dengan sumber beban

·         Dapat mengurangi drop tegangan.

·         Meningkatkan efiiensi saluran distribusi

·         Mengurangi biaya investasi atau penambahan gardu induk

·         Dapat mengurangi beban puncak.

  Perbedaan yang mendasar antara pembangkit terpusat dengan tersebar adalah :

·        Pembangkit terpusat kapasitas pembangkitnya besar yaitu >50MW, sedangkan DG dinominasi pembangkit-pembangkit dengan kapasita kecil yaitu < 50MW

·   Lokasi pembangkit terpusat jauh dari pusat beban, sedangkan DG lokasi pembangkit dekat dengan pusat beban

·     Pembangkit terpusat dihubungkan ke jaringan transmisi dan level tegangan tinggi dengan tegangan >50KV, sedangkan DG dihubungkan di jaringan distribusi dengan level tegangan menengah di tegangan <50KV.

Refferensi : Tugas Perkuliahan Energi Terbarukan dan Pembangkit Tersebar

Saturday, May 29, 2021

CARA MEMBUAT PARTISI BARU HARDISK EKSTERNAL TANPA SOFTWARE YANG MUDAH

 dalam sharing kali ini saya akan memberikan tips untuk membuat partisi hardisk eksternal dengan mudah dan tanpa software, silahkan ikuti langkah berikut.

  1. Klik kanan pada My Computer lalu pilih Manage.
2. Maka akan muncul ini dan pilih storage dan pilih disk management
3. pilih drive yang akan di lakukan partisi kemudian klik shirnk volume

4. isikan total volume hardisk yang akan di isi


5. Kemudian muncul partisi baru yang belum memiliki format. Tentunya partisi ini  belum dapat digunakan.

6. Agar dapat menggunakan partisi tersebut, klik kanan pada partisi yang belum       memiliki format, lalu pilih New Simple Volume.

7. Lalu Anda masuk ke jendela New Simple Volume Wizard



8. Disini Anda tinggal mengklik Next, kemudian Next lagi, dan Next lagi hingga muncul jendela Format Partition.
9.Pada File System pilih format drive NTFS.

maka drive baru sudah dapat digunakan
jangan lupa saling berbagi dan untuk kritik dan saran silahkan dicomment

terimakasih






Cara Mematikan Windows Update Windows 10

  Cara mematikan update Windows 10 bisa dilakukan dengan mudah. Pengguna bisa ikuti cara menonaktifkan beberapa pengaturan otomatis di lapto...